Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Wednesday, April 11, 2007

Semua Karena Cinta - Nick Vujicic


:: 2 Februari 2006 ::
Pernahkah terbayang di benak Anda jika mempunyai tubuh yang cacat? Apa rasa syukur kepada Tuhan masih bisa terucap? Bagi sekalangan penderita cacat mungkin sulit, tapi lain dengan Nick Vujicic.

Dilahirkan sebagai orang cacat tak menyurutkan semangat hidupnya untuk mengukir prestasi. Nick panggilannya sehari-hari, lahir tanpa memiliki tangan dan kaki. Tapi, yang menarik, ia tetap mengisi hari-harinya dengan senyum. Kalau kita melihatnya pasti seperti “mujizat” dalam hati kita. Bagaimana orang yang tidak bertangan dan berkaki ini bisa tersenyum?

Nick Vujicic, 23 tahun. Pria asal Australia ini seakan mengajak setiap orang yang bertemu dengannya untuk hidup “optimis”. Nuansa ini yang muncul, ketika pria yang hobi berenang ini bersaksi di ibadah raya Gereja Bethany Indonesia Jemaat Nginden.

Dalam tayangan VCD berdurasi 5 menit, jemaat melihat kesulitan dan kesukaran Nick dalam hidup kesehariannya. Bagaimana dia bangun dari tidurnya, mematikan lampu kamar dengan menggunakan tongkat golf. Kemudian Nick menyisir rambutnya dengan sisir yang memang dipasang tetap pada rak… dan kepalanya yang bergerak maju, mundur, ke kanan dan ke kiri, bagi kita mungkin sulit, tapi bagi Nick itu sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari.

Segala Sesuatu Mendatangkan Kebaikan

Menerima kenyataan yang ada adalah hal yang tidak mudah. Ini diakui Nick sendiri. Bagaimana dia selalu bertanya kepada Tuhan; mengapa? Mengapa Tuhan memilih dia untuk kecacatan seperti itu. Padahal orang tuanya adalah seorang Kristen yang taat.

“Kenapa Tuhan ijinkan hal ini terjadi? Saat saya berusia 8 tahun saya selalu berdoa meminta tangan dan kaki. Karena saya yakin dengan perkataan Alkitab; mintalah, maka engkau akan mendapat. Tetapi ternyata tidak terjadi apa-apa pada diri saya. Saya tetap tidak punya tangan dan kaki.” tutur Nick mengenang saat-saat sulit itu, “Sempat, suatu saat saya sangat marah kepada Tuhan. Kenapa saya menjalani kehidupan dalam kesedihan terus-menerus. Kenapa saya tidak diijinkan untuk merasakan kehidupan yang normal.” sambung Nick.

Nick ingin hidup mandiri dan normal. Impiannya adalah hidup secara normal. Nick membayangkan jikalau ia punya isteri, pasti tidak dapat menggandengnya. Kalau punya anak pasti tidak mampu merangkulnya. Tidak ada pengharapan sama sekali.

Sampai suatu saat ia berpikir, “Jadi cara hidupku begini terus, berbaring saja maka akan selamanya begini terus? Kalau ini yang terjadi maka saya akan hidup dengan kesedihan sepanjang masa. Jika saya ingin bangkit, maka saya tidak dapat melakukan dengan kekuatan sendiri. Saya sadar bahwa Tuhan mengerti penderitaan saya. Bahwa saya masih memiliki harapan dan masa depan, tidak peduli siapa saya, tidak peduli apa yang sudah saya lalui. Tuhan beserta saya dan Dia pasti menyelamatkan saya. Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Yesus benar-benar mengubah hati Nick. Dari yang tidak berpengharapan menjadi berkemenangan dalam kehidupan, meski Tuhan tidak memberikan kepada saya tangan dan kaki.

Mujizat Tuhan dalam Hidup Nick

Sama seperti Nick, orang mungkin berpikir bahwa jika Tuhan menyembuhkan dan mengabulkan harapan Nick untuk mempunyai tangan dan kaki, maka itulah mujizat terbesar yang diberikan Tuhan dalam hidup Nick. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Sekarang saja banyak orang yang menyaksikan rekaman video Nick (kesehariannya), bertanya dan menganggap itu hanya rekayasa kamera. “Jikalau saya dalam kondisi tidak punya kaki dan tangan dianggap merekayasa, bagaimana nanti seumpamanya kalau Tuhan memberi tangan dan kaki kepada saya? Pasti orang tidak akan percaya dengan apa yang saya ucapkan dan lakukan.”

Nick kemudian melanjutkan kesaksiannya, ”Sangat penting untuk membiarkan Tuhan bekerja menggunakan kita dengan cara-Nya. Demikian pula dengan dengan rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Mujizat yang Tuhan mau wujudkan melalui kehidupan saya adalah ini. Ketika saya pergi ke tempat-tempat umum, penuh dengan orang-orang. Orang yang frustasi dan stress. Tiba-tiba mereka melihat seseorang tanpa kaki dan tangan… tersenyum. Itu mujizat yang mau Tuhan tunjukkan.”

Dengan keterbatasan yang ada pada diri Nick, bukan berarti akhir segalanya. Melainkan permulaan dari pelayanannya. “Saya sudah dapat dua gelar kesarjanaan. Dari bidang perencanaan dan akuntansi keuangan. Dan saya adalah investor di bidang real estate.” Tegasnya dengan penuh senyum. Berkeliling dunia dan berkhotbah di hadapan lebih dari 1 juta orang menjadi langkah pelayanan Nick. Bersaksi dan berkhotbah di banyak Negara. Tentunya dengan senyum dan keceriaan Nick, meski tanpa tangan dan kaki.

Sumber : http://www.bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=134&curpage=2

1 comment:

Anonymous said...

top [url=http://www.c-online-casino.co.uk/]uk casinos[/url] brake the latest [url=http://www.realcazinoz.com/]free casino[/url] manumitted no store perk at the best [url=http://www.baywatchcasino.com/]baywatchcasino
[/url].