Mengapa aku mengatakan demikian? Karena aku kagum dan takjub dengan mahlukciptaan Tuhan yang dinamakan perempuan.Hal pertama yang dapat kita lihat adalah tiap bulan mereka mengalami sakit karena menstruasi (tiap orang bervariasi kadar sakitnya). Mereka kuat sekali menahan sakit yang datang. Sehingga orang-orang tidak tau bahwa saat itu mereka haid atau tidak (contohnya : saya).
Kita sebagai laki-laki senang melihat istri kita mengandung.
Tapi inilah yang sebenarnya terjadi. 3 bulan pertama merupakan hal yang paling sulit. Kandungan yang gampang terjadi keguguran dan susahnya makanan masuk ke dalam tubuh. Jadi selama 3 bulan pertama itu, makanan bisa masuk itu sudah bagus. Semakin bertambah usia kandungan, kondisi badan makin menurun. Badan cepat lelah.Sakit disana sini. Kesulitan melakukan suatu tindakan. Juga berat kandungan yang makin bertambah. Kondisi tersebut berjalan terus sampai melahirkan. Dan semakin lama, semakin bertambah bebannya. Belum lagi ditambah dengan gerakan di calon bayi yang terlalu aktif dan terkadang membuat sang calon ibu kesakitan.
Semua itu belumlah lengkap. Masih ada tahap selanjutnya.
Yaitu pada saat melahirkan. Bila masa kelahiran sudah mulai, rasa sakitnya sudah mulai tidak tertahankan. Dan sang calon ibu harus bergumul dengan rasa sakit tersebut sampai jalan untuk bayi keluar cukup. Dan untuk beberapa kasus, terkadang jalan untuk bayi tersebut belumlah terbuka (lama sekali) sehingga rasa sakitnya terus berlanjut. Kalau menunggu terus, tidak bisa dipastikan kapan bayi tersebut bisa lahir. Salah satu cara-nya dengan diberikan obat perangsang (untuk menambah rasa sakit). Dan jujur saja, melihat bagaimana istri saya menahan sakit dan mendengar cerita darinya, sakit yang dialami sangat luar biasa. Jadi, bagi yang membaca ini, berdoa agar tidak diberi obat perangsang.
Semua itu belum selesai. Ada kemungkinan juga, kepala bayi terlalu besar, sehingga kesulitan keluar. Ada 2 cara untuk membantu kelahirannya. Pertama dengan operasi caesar dan kedua dengan ditarik menggunakan alat(alternative ini yang aku ambil).
Setelah kelahiran bayi, kondisi tubuh berangsur-angsur kembali normal. Yang perlu dilakukan yaitu mengembalikan kondisi perut yang mengembang waktu mengandung.
Saya kira pada tahap ini aku bisa bernapas lega.
Dan ternyata masih ada hal-hal lain lagi.
Seperti pemberian ASI. Kita yang hanya melihat mengira hal itu biasa saja. Tapi kenyataannya, rasa sakit juga muncul. Bahkan ada yang sampai luka. Belum lagi harus bangun tiap berapa jam untuk memberikan susu (baik ASI maupun formula). Ganti popok jika ngompol dan berak. Belum lagi menggendong sang bayi bila menangis (aku sudah coba beberapa kali, ternyata capek juga).
Itulah sekilas pengalamanku mendapatkan anak pertama kami.
Coba anda berpikir lagi. Semua hal diatas itu belum ditambah dengan melayani kita sebagai suami (memasak, make love, dll). Dan jika dirumah tidak ada pembantu, niscaya istri kita yang akan membersihkan rumah, mencuci baju, setrika, dll.
Belum lagi bila istri seorang wanita karir.
Kalau kita banding kan dengan kita sebagai laki-laki, jauh sekali. Capek yang kita rasakan mungkin hanya capek bekerja yang bisa cepat pulih bila kita istirahat total.
Oleh karena itu, bantulah istri-mu sebisa kau dapat. Walaupun itu hanya hal yang kecil. Tapi itu sudah sangat membantu.
Juga untuk orang tua-mu (ibu). Dia-lah yang telah melahirkan kita. Dan semua hal diatas juga dialami olehnya.







