Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Tuesday, April 17, 2007

Super Mam

Mengapa aku mengatakan demikian? Karena aku kagum dan takjub dengan mahlukciptaan Tuhan yang dinamakan perempuan.

Hal pertama yang dapat kita lihat adalah tiap bulan mereka mengalami sakit karena menstruasi (tiap orang bervariasi kadar sakitnya). Mereka kuat sekali menahan sakit yang datang. Sehingga orang-orang tidak tau bahwa saat itu mereka haid atau tidak (contohnya : saya).

Kita sebagai laki-laki senang melihat istri kita mengandung.
Tapi inilah yang sebenarnya terjadi. 3 bulan pertama merupakan hal yang paling sulit. Kandungan yang gampang terjadi keguguran dan susahnya makanan masuk ke dalam tubuh. Jadi selama 3 bulan pertama itu, makanan bisa masuk itu sudah bagus. Semakin bertambah usia kandungan, kondisi badan makin menurun. Badan cepat lelah.Sakit disana sini. Kesulitan melakukan suatu tindakan. Juga berat kandungan yang makin bertambah. Kondisi tersebut berjalan terus sampai melahirkan. Dan semakin lama, semakin bertambah bebannya. Belum lagi ditambah dengan gerakan di calon bayi yang terlalu aktif dan terkadang membuat sang calon ibu kesakitan.

Semua itu belumlah lengkap. Masih ada tahap selanjutnya.
Yaitu pada saat melahirkan. Bila masa kelahiran sudah mulai, rasa sakitnya sudah mulai tidak tertahankan. Dan sang calon ibu harus bergumul dengan rasa sakit tersebut sampai jalan untuk bayi keluar cukup. Dan untuk beberapa kasus, terkadang jalan untuk bayi tersebut belumlah terbuka (lama sekali) sehingga rasa sakitnya terus berlanjut. Kalau menunggu terus, tidak bisa dipastikan kapan bayi tersebut bisa lahir. Salah satu cara-nya dengan diberikan obat perangsang (untuk menambah rasa sakit). Dan jujur saja, melihat bagaimana istri saya menahan sakit dan mendengar cerita darinya, sakit yang dialami sangat luar biasa. Jadi, bagi yang membaca ini, berdoa agar tidak diberi obat perangsang.

Semua itu belum selesai. Ada kemungkinan juga, kepala bayi terlalu besar, sehingga kesulitan keluar. Ada 2 cara untuk membantu kelahirannya. Pertama dengan operasi caesar dan kedua dengan ditarik menggunakan alat(alternative ini yang aku ambil).

Setelah kelahiran bayi, kondisi tubuh berangsur-angsur kembali normal. Yang perlu dilakukan yaitu mengembalikan kondisi perut yang mengembang waktu mengandung.

Saya kira pada tahap ini aku bisa bernapas lega.
Dan ternyata masih ada hal-hal lain lagi.
Seperti pemberian ASI. Kita yang hanya melihat mengira hal itu biasa saja. Tapi kenyataannya, rasa sakit juga muncul. Bahkan ada yang sampai luka. Belum lagi harus bangun tiap berapa jam untuk memberikan susu (baik ASI maupun formula). Ganti popok jika ngompol dan berak. Belum lagi menggendong sang bayi bila menangis (aku sudah coba beberapa kali, ternyata capek juga).

Itulah sekilas pengalamanku mendapatkan anak pertama kami.

Coba anda berpikir lagi. Semua hal diatas itu belum ditambah dengan melayani kita sebagai suami (memasak, make love, dll). Dan jika dirumah tidak ada pembantu, niscaya istri kita yang akan membersihkan rumah, mencuci baju, setrika, dll.
Belum lagi bila istri seorang wanita karir.

Kalau kita banding kan dengan kita sebagai laki-laki, jauh sekali. Capek yang kita rasakan mungkin hanya capek bekerja yang bisa cepat pulih bila kita istirahat total.
Oleh karena itu, bantulah istri-mu sebisa kau dapat. Walaupun itu hanya hal yang kecil. Tapi itu sudah sangat membantu.
Juga untuk orang tua-mu (ibu). Dia-lah yang telah melahirkan kita. Dan semua hal diatas juga dialami olehnya.

Sunday, April 15, 2007

Sebuah Berkat Istimewa Bernama PERNIKAHAN

Sebuah Berkat Istimewa Bernama PERNIKAHAN
:: 25 Desember 2004 ::

Pernikahan adalah suatu komitmen antara seorang laki-laki (suami) dan seorang perempuan (istri) untuk menjadi satu.

Saudaraku yang kekasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, sudahkah Anda mengetahui janji Firman Tuhan tentang adanya sebuah berkat khusus yang amat istimewa dalam kehidupan ini? Sebuah berkat yang teramat luar biasa, yang berasal dari pernikahan atau keluarga kita masing-masing.

Janji itu berdasar dari Kejadian 1:26-28, ketika Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan. Inilah pernikahan atau keluarga yang pertama di bumi. Mereka diberkati oleh Tuhan dengan berkat dan kuasa yang turun dari Surga.

Setiap pernikahan atau keluarga yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, pasti akan mengalami berkat yang luar biasa ini. Firman Tuhan itu menyatakan bahwa pernikahan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Pernikahan Kristen adalah Monogami, yaitu antara seorang laki-laki dan seorang wanita. Patut dicatat juga, Alkitab tidak mengizinkan pernikahan Poligami (lebih dari satu pasangan) atau pernikahan sejenis (homo atau lesbi).

Jadi prinsip ini merupakan dasar dari pernikahan Kristen yang diberkati Tuhan. Kalau kita melanggar prinsip Firman Tuhan ini, maka pernikahan kita pasti tidak akan diberkati Tuhan. Pernikahan Monogami tidak mengenal perselingkuhan maupun perzinahan. Jelas bahwa dua hal itu merupakan pelanggaran berat di hadapan Tuhan.

Kejadian 2:24-25 selanjutnya menegaskan bahwa pernikahan adalah suatu komitmen antara seorang laki-laki (suami) dan seorang perempuan (istri) untuk menjadi satu. Mereka harus berani mengambil keputusan untuk hidup dalam kemandirian yang benar dan memiliki tanggung jawab bersama untuk tetap menjaga hubungan mereka.

Kesatuan hubungan suami istri ini tidak dapat dipisahkan (Matius 19:5-6, Markus 10:7-9). Di dalam pernikahan Kristen tidak mengenal istilah bercerai. Apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak dapat dipisahkan atau diceraikan oleh manusia. Dan kesatuan hubungan suami-isteri ini hanya dapat dipertahankan dengan diikat oleh kasih Kristus saja (Ef 5:22-33).

Kesatuan suami-isteri ini bersifat universal, yaitu kesatuan antara suami dan istri dalam hal kesatuan tubuh (melalui hubungan seks), kesatuan kejiwaan (melalui proses penyesuaian diri, pembelajaran karakter masing-masing dan sikap saling menerima satu dengan yang lain tanpa mempersoalkan perbedaan-perbedaan ataupun kekurangan-kekurangan masing-masing) dan kesatuan roh (melalui iman dan ibadah, serta rasa cinta yang tidak pernah pudar).

Oleh karena itu di dalam pernikahan Kristen akan dilangsungkan pemberkatan pernikahan di gereja setelah kedua mempelai mengucapkan janji nikah (covenant) yang keluar dari lubuk hati mereka, dengan kesadaran dan pengertian yang benar. Janji nikah ini diucapkan antara mereka berdua di hadapan kedua orang tua mereka, di hadapan jemaat Tuhan, di hadapan hamba Tuhan dan yang terpenting yakni di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, mengingkari perjanjian nikah (covenant) ini berarti mengingkari atau memutuskan hubungan antar mereka sendiri, memutuskan relasi dari keluarga besar, serta memutuskan persekutuan indah dengan Tuhan. Berkat Tuhan yang besar pun menjadi terhambat (hilang) kalau janji nikah yang merupakan dasar pernikahan mereka dilanggar.

Kejadian 2:25 menyatakan bahwa meski Adam dan Hawa berdua telanjang, namun mereka tidak merasa malu. Ini terjadi karena hubungan suami istri yang mereka miliki dibangun atas dasar kepercayaan. Tidak ada satu rahasia pun diantara mereka. Semua hal dalam aspek kehidupan mereka, harus terbuka.

Dengan pengertian yang indah ini, maka Allah akan mencurahkan berkat yang luar biasa atas setiap pernikahan kita.

Tuhan memberkati!

Sumber : http://www.bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=101&curpage=5

Thursday, April 12, 2007

Anak adalah harta yang tidak ternilai! - Jangan Pernah Paksa Anak!

Jangan Pernah Paksa Anak! :.
:: 23 Januari 2006 ::


Anak adalah harta yang tidak ternilai!
Begitulah yang sering kita dengar dari mulut para orang tua (yang sudah punya anak tentunya). Tak heran, banyak yang begitu “menjaga” bahkan sangat “memanjakan” dengan harapan, anak bisa bahagia, gembira, dan tentu saja kelak bisa menjadi manusia yang berguna. Harapan yang ideal bukan?
Anak bukanlah robot yang bisa diatur kesana-kemari seenaknya. Anak bukan seperti televisi, yang bisa dipindah-pindahkan channel-nya hanya dengan menekan remote control. Ada yang mengatakan, anak seperti keramik. Jika pecah, susah untuk merekatkannya kembali. Lalu bagaimana orang tua sebaiknya memperlakukan anak? Benarkah anak sekarang punya potensi sebagai pemicu konflik?
Gampang-gampang susah bukan menjawabnya? Bagaimana pendapat ahli tentang posisi anak dan bagaimana orang tua harus menempatkan posisinya? Rasanya tidak salah kalau Warta Plus Bethany mewawancarai seorang Dra. Lisa Nathalia, M.S., Ph.D., Direktur HRD Indonesia dan Eaglewan Institute. Ditemui di kantornya yang bersih, ibu dari Siska, Dimas dan Amel ini, menjawab dengan santai, kadang diselingi dengan tawanya yang renyah.
Berikut petikan bincang-bincangnya.
Bagaimana orang tua seharusnya menempatkan anak dalam keluarga?
Kalau berkaca dari keadaan sekarang ini, sebaiknya orang tua tidak terlalu memaksakan kehendaknya kepada anak. Banyak kasus yang orang tua ingin anaknya menurut pada kehendak dan keinginan orang tua, akhirnya anak malah berontak. Berikan sedikit kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan sendiri.
Kapan sebaiknya anak diberi kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan sendiri?
Yang harus diberikan sejak dini sebaiknya adalah kedisiplinan. Penerapan kedisiplinan dalam keluarga bisa melalui aturan-aturan dalam rumah tangga. Anak harus diajar memahami aturan dan menaati aturan dalam keluarga. Ini akan membentuk karakter anak.
Terus kapan anak mulai diberi kebebasan?
Biasanya tuntutan kebebasan mulai muncul ketika anak menjelang usia remaja. Mereka mulai ingin mengambil keputusan sendiri. Sebagai contoh dalam menentukan sekolahnya. Sebaiknya orang tua lebih bijak dalam memberikan pilihan bagi si anak. Orang tua harus memahami apa sebenarnya bakat dan minat si anak.
Seberapa pentingkah itu?
Banyak kasus yang akhirnya memunculkan konflik. Banyak anak frustasi karena paksaan orang tua dalam memilih sekolah atau jurusan tertentu. Akibatnya si anak tidak bisa mengembangkan diri dan kemampuannya. Gejala ini terlihat ketika menjelang kelulusan sekolah atau wisuda. Si anak menjadi lega karena sudah menuruti kemauan dari orang tua. Jadi permasalahan ini mesti dikomunikasikan antara kemauan anak dan orang tua.
Sebagai bangsa timur bukankah berkomunikasi dengan orang tua secara terbuka itu sulit?
Ini bukan masalah budaya saja. Memang kalau di kalangan kita, jika orang tua punya usaha maka bisa dipastikan orang tua menghendaki anaknya akan mewarisi usahanya tersebut. Tetapi sekarang ini tuntutan dan arah perkembangan jaman menghendaki agar ada keterbukaan di dalam keluarga. Lebih demokratis. Apalagi kalau mau mendidik anak dengan benar. Jadi kalau sudah masalah sekolah dan masa depan si anak, sebaiknya orang tua melibatkan anaknya. Anak perlu diajak bicara. Mereka boleh memiliki masa depan yang juga merupakan impian mereka. Kita sebagai orang tua tidak ada salahnya mendukung impian si anak. Malahan ini merupakan keharusan.
Lalu sejauh mana intervensi orang tua diperkenankan?
Kalau secara ilmiah sih tidak ada ukuran tingkat intervensi orang tua dalam kehidupan anak. Meski kenyataannya di Indonesia banyak ditemukan fakta dan data kalau intervensi orang tua terhadap anaknya sangat kuat. Yang terbaik adalah dengan melihat karakter anaknya terlebih dahulu. Kalau si anak bertipe kurang inisiatif dan cenderung pendiam maka intervensi atau pengaruh orang tua sangat diperlukan. Tetapi kalau si anak memiliki inisiatif dan aktif, lebih baik orang tua tidak banyak campur tangan. Karena kalau orang tua ikut campur bisa jadi si anak malah berontak dan jadi frustasi. Banyak kasus kalau anak marah pada orang tua maka larinya adalah ke narkoba. Karena ia ingin melampiaskan dengan cara menyakiti orang tuanya. Ini adalah bagian dari ungkapan kesakitan si anak. Ini semua bisa terjadi karena orang tua kurang memahami si anak.
Bagaimana supaya orang tua tahu dan mampu mengembangkan minat serta bakat anak?
Kuncinya ya belajar. Orang tua harus mau belajar bagaimana mengenali bakat dan minat anaknya. Karena ini bisa dipelajari. Misalkan dengan banyak membaca buku-buku psikologi terapan yang berkaitan dengan permasalahan minat dan bakat anak. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana membuat anak agar selalu happy. Banyak kasus dimana orang tua mengikutkan anaknya pada beragam kegiatan pasca jam sekolah, baik berupa les atau kursus sampai si anak tidak punya lagi waktu untuk bermain atau mengembangkan diri. Ini tidak baik bagi perkembangan si anak ke depan.
Lho, banyak kegiatan kan bagus buat anak?
Kalau si anak punya kegiatan yang sangat padat di luar jam sekolah kemudian sampai malam, maka si anak akan cepat lelah dan bisa mengalami stress berat. Alasan orang tua masuk akal juga karena dengan memberi les tambahan, harapannya si anak bisa jadi juara kelas. Tetapi kenapa tidak dipilih saja pelajaran mana si anak yang lemah atau kurang. Jadi tidak usah semua pelajaran. Kalau sudah stress si anak tidak lagi merasa senang atau nyaman.
Berkaitan dengan masalah bakat dan minat, bagaimana pula mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual(SQ) pada anak yang belakangan lagi marak?
Berdasarkan pengalaman, yang lebih menentukan masa depan seorang anak adalah Kecerdasan Emosional atau EQ dan Kecerdasan Sepiritual atau SQ. Maka sejak dini EQ dan SQ ini juga harus diperhatikan perkembangannya. Kenyataan memberikan bukti banyak manajer-manajer atau pimpinan perusahaan atau organisasi yang tidak berani mengambil resiko atau berubah. Demikian juga dengan jumlah pelamar pegawai negeri yang tidak pernah berkurang. Ini menunjukkan orang hanya menginginkan kenyamanan alias keamanan. Sikap demikian menggambarkan bahwa mental kita itu masih penakut. Tidak berani mengambil resiko.
Mengapa mental penakut atau tidak berani mengambil resiko itu sampai muncul?
Ini sangat berkaitan dengan masa kecil dimana masa anak-anak bertumbuh dan berkembang. EQ dan SQ akan bertumbuh-kembang dengan baik dalam sebuah keluarga yang penuh keterbukaan. Karena mengembangkan emosi amat berkaitan dengan perasaan. Bagaimana ia merasa dihargai dan dibutuhkan oleh anggota keluarga yang lain. Kemudian yang sering turut menghambat adalah banyaknya aturan-aturan dari orangtua maupun lingkungannya seperti sekolah yang harus dipatuhi. Di satu sisi aturan ini baik, tetapi juga bisa membuat anak kehilangan keberanian untuk kesana atau kesini. Di kemudian hari kondisi demikian akan mempengaruhi kemampuan dalam pengambilan keputusan. Ada kepatuhan tetapi tidak mandiri.
Kemudian bagaimana mengembangkan Kecerdasan Spiritual (SQ) anak?
Langkah yang sangat sederhana dalam mengembangkan SQ anak misalkan dengan memberikan ayat-ayat Alkitab yang aplikatif sehingga bisa menjadi pegangan bagi si anak. Hal yang mungkin kurang kita perhatikan adalah bahwa alam bawah sadar kita bisa dipengaruhi kalau diperdengarkan sesuatu secara terus menerus dan berulang-ulang. Lagu bisa dijadikan contoh kasus ini. Kalau kita atau anak-anak sering mendengarkan lagu rohani maka secara tidak sadar kita selalu teringat akan syair dan lagu tersebut. Sehingga akan meresap dan ikut mengontrol tindakan kita. Jadi kalau anak suka mendengarkan lagu-lagu rohani itu sangat positif.
Hal lain yang ikut mempengaruhi perkembangan SQ anak?
Yang utama dan terpenting adalah orang tua harus memberikan contoh perilaku yang fair kepada anak. Karena anak-anak juga tahu dan merasakan kalau orang tua berbohong. Orang tua juga harus bersikap adil dan terbuka kepada anak. Tidak menyembunyikan sesuatu.
Dalam keluarga, bagaimana memberikan kasih sayang secara adil bagi anak-anak?
Orangtua jangan sekali-kali membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Karena bisa menimbulkan dendam atau iri di antara anak. Akan muncul tembok penghalang komunikasi yang besar. Ini akan terbawa sampai mereka besar. Si anak tidak menjadi apa yang diinginkannya tetapi ingin meniru saudara yang disayang oleh orang tuanya. Kalau dia gagal, maka anak akan frustasi. Maka dia akan menjadi bayang-bayang bagi saudaranya itu. Tetapi berlaku adil bagi anak bukanlah seperti kalau si A dapat sepatu baru maka si B mendapat sepatu juga. Melainkan membelikan sesuai dengan kebutuhan. Kalau si A butuh baju maka dibelikan baju, kalau si B butuh sepeda ya sepeda. Dan disampaikan kepada anak kalau ini namanya menyayangi sesuai dengan kebutuhan. Pengaruh psikologis perbedaan kasih sayang sangat besar bagi seorang anak. Jangan sampai anak merasa kurang dikasihi dibanding kakak atau adiknya.
Tetapi bagaimana dengan orang tua yang sibuk, misalkan seperti ibu Lisa sendiri?
Dalam keluarga yang utama adalah memberikan perhatian kepada anak. Saya misalkan kalau bertemu dengan anak-anak, saya selalu bercerita apa yang saya kerjakan. Bahkan saya melibatkan mereka dalam pekerjaan. Ada yang saya minta untuk bantu menerjemahkan. Ini sengaja saya lakukan agar anak juga memahami apa dan bagaimana pekerjaan saya. Kemudian kalau ada waktu senggang, biasanya akhir pekan, kami sekeluarga jalan-jalan atau makan malam bersama. Kalau pas di Surabaya ya tiap malam makan malam bersama. Ini untuk menjaga kebersamaan di keluarga. Nah kalau pada akhir pekan saya berhalangan maka ya harus dicari hari penggantinya. Bahkan kadang saya ikut dalam kegiatan mereka. Kalau perlu ikut pula ke lapangan melihat mereka main sepak bola. Meski baju kotor kena tanah. Ini tidak masalah asal anak dan kita orangtua bahagia.


Wednesday, April 11, 2007

Semua Karena Cinta - Nick Vujicic


:: 2 Februari 2006 ::
Pernahkah terbayang di benak Anda jika mempunyai tubuh yang cacat? Apa rasa syukur kepada Tuhan masih bisa terucap? Bagi sekalangan penderita cacat mungkin sulit, tapi lain dengan Nick Vujicic.

Dilahirkan sebagai orang cacat tak menyurutkan semangat hidupnya untuk mengukir prestasi. Nick panggilannya sehari-hari, lahir tanpa memiliki tangan dan kaki. Tapi, yang menarik, ia tetap mengisi hari-harinya dengan senyum. Kalau kita melihatnya pasti seperti “mujizat” dalam hati kita. Bagaimana orang yang tidak bertangan dan berkaki ini bisa tersenyum?

Nick Vujicic, 23 tahun. Pria asal Australia ini seakan mengajak setiap orang yang bertemu dengannya untuk hidup “optimis”. Nuansa ini yang muncul, ketika pria yang hobi berenang ini bersaksi di ibadah raya Gereja Bethany Indonesia Jemaat Nginden.

Dalam tayangan VCD berdurasi 5 menit, jemaat melihat kesulitan dan kesukaran Nick dalam hidup kesehariannya. Bagaimana dia bangun dari tidurnya, mematikan lampu kamar dengan menggunakan tongkat golf. Kemudian Nick menyisir rambutnya dengan sisir yang memang dipasang tetap pada rak… dan kepalanya yang bergerak maju, mundur, ke kanan dan ke kiri, bagi kita mungkin sulit, tapi bagi Nick itu sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari.

Segala Sesuatu Mendatangkan Kebaikan

Menerima kenyataan yang ada adalah hal yang tidak mudah. Ini diakui Nick sendiri. Bagaimana dia selalu bertanya kepada Tuhan; mengapa? Mengapa Tuhan memilih dia untuk kecacatan seperti itu. Padahal orang tuanya adalah seorang Kristen yang taat.

“Kenapa Tuhan ijinkan hal ini terjadi? Saat saya berusia 8 tahun saya selalu berdoa meminta tangan dan kaki. Karena saya yakin dengan perkataan Alkitab; mintalah, maka engkau akan mendapat. Tetapi ternyata tidak terjadi apa-apa pada diri saya. Saya tetap tidak punya tangan dan kaki.” tutur Nick mengenang saat-saat sulit itu, “Sempat, suatu saat saya sangat marah kepada Tuhan. Kenapa saya menjalani kehidupan dalam kesedihan terus-menerus. Kenapa saya tidak diijinkan untuk merasakan kehidupan yang normal.” sambung Nick.

Nick ingin hidup mandiri dan normal. Impiannya adalah hidup secara normal. Nick membayangkan jikalau ia punya isteri, pasti tidak dapat menggandengnya. Kalau punya anak pasti tidak mampu merangkulnya. Tidak ada pengharapan sama sekali.

Sampai suatu saat ia berpikir, “Jadi cara hidupku begini terus, berbaring saja maka akan selamanya begini terus? Kalau ini yang terjadi maka saya akan hidup dengan kesedihan sepanjang masa. Jika saya ingin bangkit, maka saya tidak dapat melakukan dengan kekuatan sendiri. Saya sadar bahwa Tuhan mengerti penderitaan saya. Bahwa saya masih memiliki harapan dan masa depan, tidak peduli siapa saya, tidak peduli apa yang sudah saya lalui. Tuhan beserta saya dan Dia pasti menyelamatkan saya. Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Yesus benar-benar mengubah hati Nick. Dari yang tidak berpengharapan menjadi berkemenangan dalam kehidupan, meski Tuhan tidak memberikan kepada saya tangan dan kaki.

Mujizat Tuhan dalam Hidup Nick

Sama seperti Nick, orang mungkin berpikir bahwa jika Tuhan menyembuhkan dan mengabulkan harapan Nick untuk mempunyai tangan dan kaki, maka itulah mujizat terbesar yang diberikan Tuhan dalam hidup Nick. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Sekarang saja banyak orang yang menyaksikan rekaman video Nick (kesehariannya), bertanya dan menganggap itu hanya rekayasa kamera. “Jikalau saya dalam kondisi tidak punya kaki dan tangan dianggap merekayasa, bagaimana nanti seumpamanya kalau Tuhan memberi tangan dan kaki kepada saya? Pasti orang tidak akan percaya dengan apa yang saya ucapkan dan lakukan.”

Nick kemudian melanjutkan kesaksiannya, ”Sangat penting untuk membiarkan Tuhan bekerja menggunakan kita dengan cara-Nya. Demikian pula dengan dengan rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Mujizat yang Tuhan mau wujudkan melalui kehidupan saya adalah ini. Ketika saya pergi ke tempat-tempat umum, penuh dengan orang-orang. Orang yang frustasi dan stress. Tiba-tiba mereka melihat seseorang tanpa kaki dan tangan… tersenyum. Itu mujizat yang mau Tuhan tunjukkan.”

Dengan keterbatasan yang ada pada diri Nick, bukan berarti akhir segalanya. Melainkan permulaan dari pelayanannya. “Saya sudah dapat dua gelar kesarjanaan. Dari bidang perencanaan dan akuntansi keuangan. Dan saya adalah investor di bidang real estate.” Tegasnya dengan penuh senyum. Berkeliling dunia dan berkhotbah di hadapan lebih dari 1 juta orang menjadi langkah pelayanan Nick. Bersaksi dan berkhotbah di banyak Negara. Tentunya dengan senyum dan keceriaan Nick, meski tanpa tangan dan kaki.

Sumber : http://www.bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=134&curpage=2

Monday, April 9, 2007

Kereta TGV Perancis Tembus Rekor Tercepat

Sebuah kereta listrik berkecepatan tinggi atau Train à Grande Vitesse (TGV) yang dioperasikan di Perancis mencatatkan diri sebagai kereta tercepat yang berjalan di rel konvensional. TGV menembus rekor, Selasa (3/4) pukul 13.14 waktu setempat atau pukul 18.14 WIB, dengan kecepatan 574,8 kilometer perjam saat melintas dari Paris menuju Strasbourg. Dengan kecepatan setinggi ini, kereta TGV menyamai kecepatan tertinggi pesawat Spitfire yang digunakan dalam Perang Dunia II.

Rekor kecepatan tertinggi yang berhasil dicapai kereta TGV sebelumnya hanya 515 kilometer perjam pada tahun 1990. Kereta TGV yang melesat lebih cepat kali ini merupakan hasil modifikasi kereta versi V150 yang diperbesar rodanya dan bermesin ganda.

Tegangan listriknya langsung naik dari 25 ribu volt menjadi 31 ribu volt saat mencapai kecepatan tertinggi. Begitu rekor berhasil ditembus dan kereta mulai melesat di bawah jembatan, para penonton yang telah menanti aksi pemecahan rekor langsung bertepuk tangan. Presiden Jacques Chirac langsung memberikan ucapan selamat atas prestasi yang dicapai industri perkeretaapian Perancis ini.

"Efisiensi ekonomi dan peduli lingkungan, TGV merupakan aset utama dalam pembangunan berkelanjutan di bidang transportasi," ujar Chirac dalam sambutannya. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa teknologi yang dikembangkan Perancis sejak 30-an tahun lalu merupakan teknologi masa depan.

Kereta TGV yang teknologinya dikembangkan Alstom telah dioperasikan sejak tahun 1981 dan rata-rata melesat dengan kecepatan sekitar 300 kilometer perjam. Namun, sejak 10 Juni nanti, kecepatan rata-ratanya akan ditingkatkan menjadi 320 kilometer perjam khususnya di jalur Paris-Strasbourg ini.

Sukses di Perancis, Alstom akan menawarkan teknologi TGV ke negara-negara lainnya. Teknologi ini rencananya akan dipakai pada jalur kereta cepat yang akan dibangun antara Los Angeles-San Fransisco. China, Korea Selatan, dan Taiwan merupakan pasar utama untuk kereta api cepat. Namun, teknologi kereta cepat ini harus bersaing dengan teknologi kereta Shinkansen yang dikembangkan Jepang dan Inter-City Express buatan jerman.

Rekor kereta tercepat di dunia saat ini masih dipegang kereta maglev (magnet levitation) yang dioperasikan Jepang. Kereta yang saat beroperasi sedikit melayang di atas jalur magnet tersebut mampu melesat dengan kecepatan tertinggi 581 kilometer perjam.


Sumber : http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0704/04/180008.htm