Sebuah Berkat Istimewa Bernama PERNIKAHAN
:: 25 Desember 2004 ::
Pernikahan adalah suatu komitmen antara seorang laki-laki (suami) dan seorang perempuan (istri) untuk menjadi satu.
Saudaraku yang kekasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, sudahkah Anda mengetahui janji Firman Tuhan tentang adanya sebuah berkat khusus yang amat istimewa dalam kehidupan ini? Sebuah berkat yang teramat luar biasa, yang berasal dari pernikahan atau keluarga kita masing-masing.
Janji itu berdasar dari Kejadian 1:26-28, ketika Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan. Inilah pernikahan atau keluarga yang pertama di bumi. Mereka diberkati oleh Tuhan dengan berkat dan kuasa yang turun dari Surga.
Setiap pernikahan atau keluarga yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, pasti akan mengalami berkat yang luar biasa ini. Firman Tuhan itu menyatakan bahwa pernikahan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Pernikahan Kristen adalah Monogami, yaitu antara seorang laki-laki dan seorang wanita. Patut dicatat juga, Alkitab tidak mengizinkan pernikahan Poligami (lebih dari satu pasangan) atau pernikahan sejenis (homo atau lesbi).
Jadi prinsip ini merupakan dasar dari pernikahan Kristen yang diberkati Tuhan. Kalau kita melanggar prinsip Firman Tuhan ini, maka pernikahan kita pasti tidak akan diberkati Tuhan. Pernikahan Monogami tidak mengenal perselingkuhan maupun perzinahan. Jelas bahwa dua hal itu merupakan pelanggaran berat di hadapan Tuhan.
Kejadian 2:24-25 selanjutnya menegaskan bahwa pernikahan adalah suatu komitmen antara seorang laki-laki (suami) dan seorang perempuan (istri) untuk menjadi satu. Mereka harus berani mengambil keputusan untuk hidup dalam kemandirian yang benar dan memiliki tanggung jawab bersama untuk tetap menjaga hubungan mereka.
Kesatuan hubungan suami istri ini tidak dapat dipisahkan (Matius 19:5-6, Markus 10:7-9). Di dalam pernikahan Kristen tidak mengenal istilah bercerai. Apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak dapat dipisahkan atau diceraikan oleh manusia. Dan kesatuan hubungan suami-isteri ini hanya dapat dipertahankan dengan diikat oleh kasih Kristus saja (Ef 5:22-33).
Kesatuan suami-isteri ini bersifat universal, yaitu kesatuan antara suami dan istri dalam hal kesatuan tubuh (melalui hubungan seks), kesatuan kejiwaan (melalui proses penyesuaian diri, pembelajaran karakter masing-masing dan sikap saling menerima satu dengan yang lain tanpa mempersoalkan perbedaan-perbedaan ataupun kekurangan-kekurangan masing-masing) dan kesatuan roh (melalui iman dan ibadah, serta rasa cinta yang tidak pernah pudar).
Oleh karena itu di dalam pernikahan Kristen akan dilangsungkan pemberkatan pernikahan di gereja setelah kedua mempelai mengucapkan janji nikah (covenant) yang keluar dari lubuk hati mereka, dengan kesadaran dan pengertian yang benar. Janji nikah ini diucapkan antara mereka berdua di hadapan kedua orang tua mereka, di hadapan jemaat Tuhan, di hadapan hamba Tuhan dan yang terpenting yakni di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, mengingkari perjanjian nikah (covenant) ini berarti mengingkari atau memutuskan hubungan antar mereka sendiri, memutuskan relasi dari keluarga besar, serta memutuskan persekutuan indah dengan Tuhan. Berkat Tuhan yang besar pun menjadi terhambat (hilang) kalau janji nikah yang merupakan dasar pernikahan mereka dilanggar.
Kejadian 2:25 menyatakan bahwa meski Adam dan Hawa berdua telanjang, namun mereka tidak merasa malu. Ini terjadi karena hubungan suami istri yang mereka miliki dibangun atas dasar kepercayaan. Tidak ada satu rahasia pun diantara mereka. Semua hal dalam aspek kehidupan mereka, harus terbuka.
Dengan pengertian yang indah ini, maka Allah akan mencurahkan berkat yang luar biasa atas setiap pernikahan kita.
Tuhan memberkati!
Sumber : http://www.bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=101&curpage=5
Sunday, April 15, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment